Tinggalkan komentar

Mewaspadai Mereka yang Anti Syariah

pendukung_dolly_20140611_150359Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
 (QS. Al Baqarah 208).

Imam Jalalain dalam Tafsir Jalalain mengatakan bahwa kata “as silm” dalam ayat tersebut adalah Al Islam. Al Islam atau dinul Islam adalah sistem kehidupan yang Allah SWT turunkan kepada umat manusia melalui Baginda Nabi Muhammad saw. sebagai utusan-Nya. Beliau Saw. mengajak umat manusia untuk memeluk Al Islam di kota Mekkah selama 13 tahun dan beliau Saw. menerapkan Al Islam secara praktis dalam pemerintahan beliau Saw. selama 10 tahun di kota Madinah.

Oleh karena itu, dalam menafsirkan “kaffah” yang maknanya adalah secara keseluruhan, Imam Jalalain memberikan tafsir “kaffah sebagai haal dari kata as silm” bahwa kalian diperintahkan masuk ke dalam Al Islam dengan seluruh syariatnya. Imam Jalalain juga mengatakan bahwa ayat di atas turun terkait dengan Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya dari kalangan Yahudi yang masuk Islam namun masih mengagungkan hari Sabtu dan membenci onta. Artinya, jika anda masuk Islam, maka masukilah Islam secara keseluruhan dengan seluruh syariat yang dikandungnya; jangan masih mengikuti syariat Yahudi sebagai keyakinan lama, walau sekedar satu dua hukum syariat agama lama.

Al Baghawy dalam tafsirnya mengatakan bahwa firman Allah udkhulu fissilmi kaffahmaknanya adalah masuklah ke dalam syariat Islam semuanya sampai syariat yang penghabisan. Jangan melewati batas Islam hingga mengamalkan selain syariat Islam.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Siapapun yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah Saw., yang beriman kepada Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah, wajib baginya menerima, mengamalkan, dan tunduk dan kepada syariat Islam yang merupakan syariat Allah SWT yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah Saw. Dan siapapun mukmin yang mendapatkan amanah jabatan pemerintahan, wajib baginya memutuskan berbagai perkara dengan syariah Allah sebagaimana firman Allah SWT kepada Nabi Muhamamd Saw. sewaktu menjabat sebagai penguasa di kota Madinah:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
 (QS. Al Maidah 49).

Kaum muslimin rahimakumullah,                                                  

Ayat 49 dari Surat Al Maidah di atas juga jelas memaparkan bahwa kaum kafir itu punya hawa nafsu hendak memalingkan Rasulullah Saw. dari penerapan hukum syariah yang diturunkan oleh Allah SWT. Sebagai penguasa di kota Madinah dimana masyarakat berhukum dan mengikuti keputusan dan perintahnya, para pembesar Yahudi membuat konspirasi agar Nabi Muhamamd Saw. memutuskan perkara tidak dengan hukum syariah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada beliau Saw.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir pada saat Al Quran diturunkan kiranya tetap ada yang serupa hingga hari ini. Mereka terus membuat makar dan konspirasi agar hukum syariah tidak diterapkan oleh para penguasa kaum muslimin. Kita mendengar baru-baru ini bahwa Tri Media Pandjaitan, Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung Jakarta (Republika, 5/6) mengatakan Pemerintahan Jokowi-JK akan melarang munculnya peraturan daerah baru yang berlandaskan syariat Islam. Selain di Aceh, katanya, PDIP menolak munculnya perda syariat Islam baru. Karena dianggap tak sejalan dengan ideologi yang dianut PDIP. “Ke depan kami berharap perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-kotakan masyarakat,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam QS. Al Maidah 49 di atas Allah SWT berpesan kepada baginda Rasulullah saw.sebagai penguasa: “Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu”.

Artinya, siapapun yang nanti menjadi Presiden, apakah Jokowi ataukah Prabowo, bila masih mengaku beriman, maka dia wajib mengingat firman Allah SWT tersebut dan tetap lurus menjalankan dan menerapkan syariah. Tidak perlu terpengaruh ocehan orang kafir, siapapun dia. Dan yakinlah bahwa siapapun yang menentang syariah Allah pasti akan mendapatkan adzab Allah.

Dia berfirman: “Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka”.

Baarakallahu lii walakum…

 

Sumber : www.suara-islam.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: